Ambil Keputusan

Padahal masalah inside dalam diri konseli adalah amat penting untuk diungkap. Pengalaman-pengalaman yang disekolah menunjukkan kebanyakan konselor-konselor sering gagal untuk mendefenisikan suatu masalah yang akan dipecahkan dalam interview konseling. Konselor yang tak efektif sering tak pernah sampai kepada tahap akhir konseling yang berisi keputusan atau perencanaan yang efektif. Ya, keputusan yang diambil tidak akan ada gunanya jika tidak diimplementasikan. Itu sebabnya, anda harus memikirkan strategi jitu agar implementasi yang dilakukan berjalan efektif dan efisien.

Yakin dalam mengambil keputusan

Untuk itu, buatlah tenggat waktu atau batas waktu terakhir Anda dalam menentukan keputusan sehingga Anda tidak menunda-nunda dan membuang waktu dengan sia-sia. Anda bisa saja kehilangan kesempatan yang baik jika Anda telat mengambil suatu keputusan. Dengan begitu, Anda dapat mencari solusi yang tepat sasaran untuk memecahkan masalah tersebut. Tentunya, daftar pro dan kontra akan lebih baik jika diiringi dengan data dan hasil research yang cukup, ya. Lain cerita jika hal tersebut merupakan bentuk dari paksaan orang sekitar. [newline]Selain akan berat hati melakukannya, kamu pun tidak bebas jadi dirimu sendiri dan akan terjebak dalam peran sebagai bidak catur yang dimainkan orang. Sebelum kamu memutuskan sesuatu, sudahkah kamu bertanya pada diri sendiri bahwasanya keputusan itu memuat keinginan kamu sendiri atau atas keinginan orang lain?

Hitung kemugkinan adanya konsekuensi dari keputusan yang kita ambil, baik positif maupun negatif. Bila perlu, buat catatan dengan menulis daftar hal baik dan hal buruk, ditambah alternatif lain yang mungkin kita miliki. Lakukan pula hal yang sama dengan hal-hal dalam baris kontra. Apa saja yang bisa menimbulkan implikasi yang kontradiktif dengan keinginan kita.

Memiliki lebih dari satu opsi ketika mengambil keputusan lebih baik dari hanya memiliki satu pilihan. Setidaknya dengan munculnya pilihan kedua, ketiga dan seterusnya skenario bisa dijalankan berlapis. Pengambilan keputusan adalah hal paling sering dilakukan oleh CEO atau founder startup. Terkadang keputusan yang diambil mengandung risiko, perlu data, insting dan sedikit rasa untuk membuat keputusan yang diambil jadi penuh perhitungan, atau setidaknya telah diskenario sebelumnya.

Satu hal yang harus Anda tahu, bahwa tidak ada keputusan yang 100 percent sempurna di dunia ini. Jadi bersiaplah juga untuk menanggung risiko, walau persentasenya minim. Pasalnya setiap orang punya sudut pandangnya masih-masing dalam menghadapi perkara. Jika Anda mau mendengarkan sudut padang dari banyak orang maka itu bisa membantu memperluas wawasan Anda.

Jadi, kamu pun dapat mengambil hal yang terbaik dari yang baik. Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang telah berpengalaman lebih dari 20 tahun dan memiliki fitur terbaik juga harga yang paling terjangkau. Perhatikan apakah hasilnya sepenuhnya menguntungkan atau keadaan bisa berjalan lebih baik. Identifikasi space untuk perbaikan, dan pertimbangkan bagaimana Anda bisa memperbaiki hasilnya di lain waktu. Setiap keputusan yang Anda buat memberikan kesempatan belajar yang seharusnya membuat Anda menjadi pembuat keputusan yang lebih baik. Kecenderungan alami untuk menimbang dan memberi peringkat pada opsi melemahkan konsep bahwa terkadang opsi memiliki nilai yang relatif sama.

Baginya, saat ini pihak JPU dan penasehat hukum tengah menyakinkan hakim dalam mengambil keputusan. Untuk menghindari Decision Fatigue, Kita bisa mengurangi jumlah keputusan yang diambil setiap hari. Secara ideal, empati merupakan suatu arus atau aliran antara konselor dan konseli, dan kebanyakan merupakan proses bantuan yang diberikan seperti berikut ini. Konseli datang dengan permasalahan yang belum mampu ia pecahkan, bahkan kadang-kadang masih samar-samar tapi menekan. Konseli harus dapat mengemukakan ide-ide dan fakta-fakta secara sadar. Tapi ia sering tak dapat me-reorganisasinya menjadi suatu kesatuan yang dapat dimanfaatkan.

Contohnya saja, kamu bekerja disuatu perusahaan yang jaminan gajinya sangat besar dan benar – benar membuat kamu nyaman. Tetapi, disatu sisi kamu memutuskan untuk mengundurkan diri, karena kamu adalah sosok yang sangat berorientasi pada keluarga sedangkan pekerjaanmu itu menuntut kamu harus jauh dari keluarga. Tetapi, jika kamu adalah orang yang tidak terlalu mengorientasikan keluarga maka, kamu akan baik – baik saja dengan pekerjaan tersebut dan tidak akan mengundurkan diri. Maka, dari itu artikel ini akan menjelaskan bagaimana cara agar kamu tidak mengalami kesalahan dalam mengambil suatu keputusan.