Kenapa Rusia Dilarang Di Olimpiade Tokyo 2020 Dan Ada Kontingen Roc

Ternyata Komite Olimpiade Internasional masih mengizinkan atlet Rusia bertanding di Jepang namun dengan syarat khusus. Namun, dalam keputusan 186 halaman yang tetap dirahasiakan, panel hakim CAS menguranginya menjadi dua tahun. Hukuman itu hanya berlaku untuk Olimpiade dan Paralimpiade dan tidak berlaku bagi pejabat IOC atau pejabat yang diundang oleh kepala negara untuk menghadiri acara olahraga besar. [newline]SYDNEY – Vonis ringan Pengadilan Arbitrase Olahraga terhadap Rusia terkait kasus doping atletnya menuai banyak kritik.

Larangan itu juga berarti olahragawan dan olahragawan Rusia tidak akan dapat tampil di Olimpiade di Tokyo tahun 2020 di bawah bendera dan lagu kebangsaan mereka sendiri. Bendera, lagu kebangsaan, dan tim yang mengatasnamakan Rusia tidak diperbolehkan berkibar, mengalun, dan bertanding di event akbar yang bersangkutan. Akibat kasus itu, Rusia pun sudah dilarang ikut serta berkompetisi sebagai negara dalam cabang olahraga atletik sejak 2015. Ketika itu, Rusia diketahui melakukan aksi doping disponsori oleh negara dalam cabang olahraga atletik. Namun justru terdapat kontingen yang berada di bawah naungan nama Komite Olimpiade Rusia . Usut punya usut, ternyata itu adalah imbas dari skandal doping yang dilakukan Rusia pada Olimpiade 2014 di Sochi.

Terlibat kasus doping membuat Rusia harus berganti nama dan atribut menjadi Komite Olimpiade Rusia di Olimpiade Tokyo 2020. Hanya empat keping salju yang terbuka dan meluncurkan kembang api membentuk simbol cincin olimpiade. Maria Sharapova sudah mulai menjalani hukuman tampil untuk sementara waktu per 12 Maret 2016. Maria Sharapova terbukti dan mengakui mengonsumsi obat terlarang yang masuk dalam kategori doping di Australia Terbuka 2016. Deputi IV Kemenpora, Gatot S Dewa Broto, mengakui penyuluhan dan pengetahuan atlet soal zat-zat yang dilarang masih minim. Kepala Integritas Olahraga Australia David Sharpe menyatakan kekecewaan atas keputusan tiga panel hakim yang salah satunya dari Australia.

Pemerintah Rusia dianggap merusak data laboratorium dengan memasukkan bukti palsu dan menghapus file-file terkait tes doping positif yang bisa membantu mengidentifikasi kecurangan doping. Sedangkan pengadilan tertinggi olahraga tahun lalu melarang Rusia dari kompetisi internasional selama dua tahun. Dia juga mempertanyakan keputusan memperbolehkan atlet Rusia tampil di ajang olahraga besar. Menurut dia, hal itu akan terlihat konyol ketika mereka mengikuti kualifikasi namun tetap menyandang status wakil dari Rusia.

Ia menyayangkan penggunaan seragam tersebut sebagai atribut Russia saat mereka sedang dalam kondisi terkena sanksi. Namun Rusia membatalkan tim dayung mereka karena terbukti positif mengkonsumsi zat terlarang meldonium Juni lalu. Rusia tak akan tampil di nomor quadruple sculls karena tak punya pengganti. Badan Arbitrase Olahraga atau CAS dinilai merugikan usaha untuk membasmi doping di olahraga. Kedua, atlet Rusia tersebut, saat berkompetisi mengenakan seragam yang tidak mengandung bendera Rusia. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Hukuman ini mulai berlaku pada 17 Desember 2020 dan berakhir sixteen Desember 2022. Hal itu lantaran Negeri Beruang Merah secara resmi dilarang bertanding di Tokyo karena pelanggaran doping atlet yang diungkap Badan Anti-Doping Dunia pada 2019 lalu. Status ini dimanfaatkan oleh Murphy untuk melontarkan tudingan. Selain penggunaan nama, Rusia juga tidak diperkenankan menggunakan lagu kebangsaannya pada multiajang terbesar di dunia tersebut. Meski begitu, Rusia tetap memakai seragam kebangsaan yang menggabungkan warna bendera Negeri Beruang Merah. Meski ganti nama, Rusia tetap tampil dengan kekuatan penuh di Olimpiade Tokyo nanti.

Selain itu, atlet Rusia yang tidak terlibat doping atau menutupi hasil tes positif masih diizinkan untuk tampil di Olimpiade 2020, Olimpiade Musim Dingin 2022, dan Piala Dunia FIFA 2022. Namun, bendera maupun lagu kebangsaan Rusia dilarang sehingga tampil sebagai atlet atau tim netral. KOMPAS.TV – Akibat skandal doping, pengadilan arbitrase olahraga dunia menjatuhkan sanksi ultimate pada Rusia. Rusia dengan keras membantah terlibat dalam skema doping yang disponsori negara, mengajukan banding atas larangan empat tahun pertama mulai 2019. Jakarta, CNBC Indonesia – Rusia dilarang tampil dalam kegiatan olahraga kelas dunia, selama empat tahun ke depan.